Praktikum Animasi 3D (6) - Membuat Progression Reel
Progression Reel
Praktikum Animasi 3D
1. Tujuan
Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan adalah mengemas hasil praktikum-praktikum sebelumnya menjadi sebuah showreel yang bisa digunakan sebagai portofolio.
2. Alat
Adobe Premiere Pro CC
3. Bahan
hasil praktikum-praktikum sebelumnya
1. Prak 1: Logo utama 360
2. Prak 2: Hasil penambahan camera path
3. Prak 3: Secondary Assets
4. Prak 3: Logo Movement
5. Prak 4: Camera Depth
6. Prak 5: Flare
7. Prak 5: Particles
8. Prak 5: Chromatic Aberration
9. Prak 5: Vignette
4. Dasar Teori
- Showreel
- Progression Reel
5. Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, buatlah progression reel-nya.
6. Petunjuk Praktikum
Berikut adalah contoh progression reel dari praktikum-praktikum sebelumnya
7. Hasil Praktikum
Pada progression reel ini saya menambahkan Camera path yang belum diberi material (warna) sehingga ada 10 hasil dari praktikum sebelumnya.
8. Kesimpulan
Pada praktikum ini, sebenarnya tugasnya cukup sederhana dimana kami harus menyatukan hasil pekerjaan di praktikum sebelumnya, tapi yang menjadi masalah adalah di beberapa praktikum effect-effect sudah disatukan sehingga perlu merender ulang yang memakan cukup banyak waktu.
8. Kesimpulan
Pada praktikum ini, sebenarnya tugasnya cukup sederhana dimana kami harus menyatukan hasil pekerjaan di praktikum sebelumnya, tapi yang menjadi masalah adalah di beberapa praktikum effect-effect sudah disatukan sehingga perlu merender ulang yang memakan cukup banyak waktu.
9. Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Showreel
Praktikum Animasi 3D (5) - Adding Flare, Particles, Vignette, and Chrome Aberration
Adding Flare, Particles, Vignette, and Chrome Aberration
1. Tujuan
Pada tahap ini, bertujuan untuk menambah detail dari animasi logo dari praktikum sebelumnya. Dengan cara menambahkan flare dan particles. Kemudian menambahkan lens effect seperti vignette dan chrome aberration.
2. Alat
1. Maxon Cinema 4D R16
2. Adobe After Effects CC 2015
3. Knoll Light Factory
4. Trapcode Particular
3. Bahan
Hasil praktikum sebelumnya
4. Dasar Teori
- Flare
Suar (Inggris : Flare) adalah salah satu bentuk piroteknik yang menghasilkan cahaya yang sangat terang atau panas tinggi tanpa menghasilkan ledakan. Dalam after effect, flare adalah satu efek yang menghasilkan pancaran cahaya yang berpendar. Dalam After Effect kita bisa memvariasikan warna, jarak pendar, ketajaman dan kecerahan flare pada preset. Pengaturan ini bisa disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan.
- Particles
Dalam grafik komputer, partikel adalah sebuah elemen dari sistem partikel (simulasi). Istilah particle pada after effect merupakan efek yang disediakan atau difasilitasi. Biasanya partikel berjumlah sangat banyak dengan beragam ukuran. Melalui particle kita bisa menciptakan efek seperti api, salju atau efek yang berbasis grafis gerak. Untuk menciptakan animasi yang lebih detail bisa pula ditambahkan efek blur dan mengatur mengatur emisi partikel yang sesuai dengan pergerakan cahaya pada animasi. Partikel juga bisa digunakan dalam animasi 3D karena bereaksi pada lampu ruang 3D effect dan dapat menerima bayangan.
- Vignette
Vignette adalah efek yang muncul di pinggiran foto atau gambar yang tampak gelap bila dibandingkan dengan bagian tengah. Bisa langsung berupa bayangan tebal atau tergradasi dari yang tipis, pekat atau lembut, tergantung pada jenis vignette-nya.
Efek ini bisa jadi sesuatu yang menguatkan sebuh foto atau malah merusak. Vignette bisa menarik perhatian pada bagian tengah foto, cocok untuk objek semacam portrait, tapi juga bisa membuat sebuah foto terasa berlebihan atau kehilangan kualitas foto karena bagian tepinya.
Tidak berbeda jauh dengan yang diaplikasikan dan video, vignette juga untuk menambah pinggiran frame lebih gelap dibanding bagian yang semakin ke tengah.
Efek ini bisa jadi sesuatu yang menguatkan sebuh foto atau malah merusak. Vignette bisa menarik perhatian pada bagian tengah foto, cocok untuk objek semacam portrait, tapi juga bisa membuat sebuah foto terasa berlebihan atau kehilangan kualitas foto karena bagian tepinya.
Tidak berbeda jauh dengan yang diaplikasikan dan video, vignette juga untuk menambah pinggiran frame lebih gelap dibanding bagian yang semakin ke tengah.
- Chrome Aberration
Chromatic Aberration (CA) atau disebut juga "Color Fringing" adalah penyimpangan fokus warna yang diakibatkan oleh kegagalan lensa kamera dalam menjatuhkan titik fokus semua warna tepat pada sensor. Hal ini ditimbulkan karena focal length untuk masing-masing panjang gelombang adalah berbeda.
5. Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, lakukan hal berikut:
Tambahkan Flare
Tambahkan Particles
Tambahkan Vignette
Tambahkan Chrome Aberration
6. Petunjuk Praktikum
Berikut adalah beberapa petunjuk yang bisa digunakan untuk menyelesaikan tugas praktikum
- Menambahkan flare menggunakan Knoll Light Factory
- Menambahkan particle menggunakan Trapcode Particular
- Menambahkan lens effect Vignette
- Menambahkan lens effect Chrome Aberration
Screen Video
Hasil Render
8. Kesimpulan
Pada praktikum ini dibutuhkan instalasi library khusus, dan untuk mengunduhnya lumayan ribet. Penerapan flarenya juga membutuhkan posisi yang pas, agar tidak mengganggu tampilan logo.
9. Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Suar
fotonela.com/755/vignette-apa-itu
eependi.blogspot.com/2012/07/pengertian-chromatic-aberration-ca.html
Praktikum Animasi 3D (4) - Camera Depth, Multi Pass Render, dan Compositing using AE
Camera Depth, Multi Pass Render, dan Compositing using AE
1. Tujuan
Pada praktikum ini, mahasiswa diajak untuk ngincip dikit tentang Compositing menggunakan After Effects. Dimulai dengan Render Setting di C4D kemudian dilanjut pada kegiatan compositing di AE.
2. Alat
Maxon Cinema 4D R16
Adobe After Effects CC 2015
3. Bahan
hasil praktikum sebelumnya
4. Dasar Teori
- Camera Depth
- Multi Pass Rendering
- DOF
- Compositing
5. Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, lakukan hal berikut:
- Multi Pass Rendering untuk logo, obyek sekunder, background, dan depth
- Import masing-masing image sequences ke AE.
- Implementasi DOF di AE menggunakan effect Camera Lens Blur
a. Screen Video
b. Hasil Render
7. Kesimpulan
Pada praktikum ini kesulitan yang saya alami saat implementasi Depth of Field pada After Effect, karena mengatur satu persatu pada komposisinya.
Praktikum Animasi 3D (3) - Secondary Assets, Logo Movement, F-Curves
Secondary Assets, Logo Movement, F-Curves
Pada praktikum ini, belajar tentang elemen yang bisa ditambahkan pada
sebuah animasi 3D yaitu Secondary Assets dan Movement. Pada praktikum
ini, penambahan movement diperdetail dengan menggunakan F-Curves.
2. Alat
Adobe
Illustrator CC
Maxon Cinema 4D
R16
Time Lapse
Assembler / Adobe After Effect
3. Bahan
Hasil praktikum
sebelumnya
Aset Sekunder
Aset Sekunder
4. Dasar Teori
- Fungsi secondary Assets
Secondary Assets merupakan penggunaan objek lama pada animasi baru, namun tidak berperan sebagai objek utama tapi sebagai objek tambahan
- Fungsi F-Curves
5. Hasil Praktikum
a. Menambahkan secondary assets menggunakan cloner dan helix path
Dengan secondary assets maka akan di dapatkan logo pens lain di sekitar logo pens utama. Helix path berfungsi untuk membuat lintasan dari logo pens secondary.
Pada tahap ini bagian-bagian logo akan dibuat berantakan kemudian disatukan seperti semula di akhir.
c. Memperhalus gerakan menggunakan F-Curves
c. Memperhalus gerakan menggunakan F-Curves
d. Hasil Render
6. Kesimpulan
Pada praktikum ini kesulitan yang saya
alami adalah pada pergerakan logonya. Dibutuhkan ketelitian untuk mengatur logo berantakan kemudian menjadi satu.
Diberdayakan oleh Blogger.


